Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Enea Bastianini mengungkapkan saingan terbesarnya di ajang MotoGP 2023 adalah rekan satu timnya, Francesco 'Pecco' Bagnaia.
"Sekarang, saya berada di tim pabrikan. Jadi, saya akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Namun, (ada tantangan) mengingat Pecco memenangkan gelar (pada tahun lalu). Tapi, saya akan memberikan 100% untuk mencoba melakukan yang lebih baik dan lebih baik lagi," kata Bastianini, dikutip dari laman Crash, Kamis (9/2).
Pembalap yang dijuluki The Beast itu mengatakan, transisinya dari tim satelit Gresini ke tim pabrikan ternyata semakin mendorongnya untuk bersaing sekaligus bekerja sama dengan Bagnaia.
Baca juga: Marc Marquez Beberkan Perjalanan Panjang Pulih dari Cedera
"Saya pikir, saya akan menemukan lebih banyak ketegangan, tapi ini sebaliknya. Saya segera merasa nyaman (saat pindah ke Ducati Lenovo), ujarnya.
"Saya juga merasa senang. Beberapa tahun terakhir sangat indah. Pada 2020, gelar dunia pertama saya tiba dengan Moto2. Pada 2021, saya melakukan debut saya dengan MotoGP dan pada 2022, saya berhasil finis ketiga di kejuaraan. Ini adalah jalur pertumbuhan yang baik, saya berharap untuk terus seperti ini," imbuhnya.
Manajer Tim Ducati Lenovo Davide Tardozzi pun sepakat. Menurutnya, Bastianini memiliki semangat untuk menghadapi musim ini dengan sederet pengalaman di musim-musim sebelumnya.
Sementara itu, duo Bagnaia dan Bastianini akan menunggangi Desmosedici GP23 yang telah diperbarui. Masih menyala dengan warna merah, kedua pembalap asal Italia tersebut merasa optimistis untuk dapat melaju di kejuaraan dunia tahun ini.
Duet Pecco dan Bastianini merupakan ketiga kalinya Ducati Lenovo menurunkan dua pembalap Italia setelah tandem Andrea Dovizioso-Andrea Iannone pada 2015 dan 2016, serta Dovizioso-Danilo Petrucci pada 2019 dan 2020. (Ant/OL-1)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Enea Bastianini memulai balapan dari posisi start kelima musim ini, sebelum akhirnya mampu mengamankan finis lima besar di balapan kandang tim KTM.
Bastianini dan Vinales adalah rekrutan baru keluarga KTM, tetapi mereka membawa banyak pengalaman, pengetahuan, dan potensi ke dalam tim.
Enea Bastianini terjatuh di tikungan pertama lap 21, tepat setelah ia mencatatkan lap tercepat dengan 1 menit 30,539 detik.
ENEA Bastianini memenangi Grand Prix Emilia-Romagna di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (22/9).
Bastianini mengincar kemenangan keduanya musim ini untuk terus meramaikan persaingan juara bersama Martin dan Bagnaia.
Kemenangan ini membuat Enea Bastianini merajai GP Inggris tahun ini setelah sehari sebelumnya memenangi Sprint Race.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved